Sore itu, aku
dan adikku sedang menontonTV di ruang keluarga. Tiba-tiba terlihat sebuah
genangan air di dekat kulkasku. Air itu semakin tinggi, tinggi, dan tinggi. Ternyata
rumahku tergenang air.
Di luar sedang
turun hujan yang cukup deras. Ah, banjiiir!
Aku dan adikku
langsung naik ke sofa merah di dekat meja makan. Kami berdua panik dan
teriak-teriak. Mbakku berusaha untuk membersihkan air yang tergenang itu.
Sampai orang
tua dan tanteku yang pulang kantor pun langsung ikut membersihkan banjir itu.
Kasurku dan kertas-kertasku basah semua.
Tiba-tiba...
Gubraaak!
Adikku
terpeleset. Diapun menangis. Aku yang melihatnya justru merasa geli karena
ekspresinya yang lucu. Tapi kasihan juga! Abi pun langsung menggendongnya.
Setelah
kejadian itu, malamnya aku tidur di karpet karena kasurku basah akibat banjir
dadakan.
(Kelas Jurnalistik, 21 September 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar