Selasa, 07 Januari 2014

BANJIR DADAKAN (Fatiyya Azfa Nafisa)




Sore itu, aku dan adikku sedang menontonTV di ruang keluarga. Tiba-tiba terlihat sebuah genangan air di dekat kulkasku. Air itu semakin tinggi, tinggi, dan tinggi. Ternyata rumahku tergenang air.
Di luar sedang turun hujan yang cukup deras. Ah, banjiiir!
Aku dan adikku langsung naik ke sofa merah di dekat meja makan. Kami berdua panik dan teriak-teriak. Mbakku berusaha untuk membersihkan air yang tergenang itu.
Sampai orang tua dan tanteku yang pulang kantor pun langsung ikut membersihkan banjir itu. Kasurku dan kertas-kertasku basah semua.
Tiba-tiba...
Gubraaak!
Adikku terpeleset. Diapun menangis. Aku yang melihatnya justru merasa geli karena ekspresinya yang lucu. Tapi kasihan juga! Abi pun langsung menggendongnya.
Setelah kejadian itu, malamnya aku tidur di karpet karena kasurku basah akibat banjir dadakan.

(Kelas Jurnalistik, 21 September 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar