Selasa, 07 Januari 2014

JEPRETAN SUPERKIDZ
































"MENCERITAKAN GAMBAR" (Kelas Jurnalistik, 28 September 2013)



LOMBA PUISI TINGKAT KOTA
Huwaida Salsabila

Pada suatu hari, Ani dipilih untuk mengikuti lomba puisi tingkat kota. Setiap hari Ani selalu berlatih dengan sungguh-sungguh. Dia berusaha untuk menghafal teksnya dan menghayatinya. Sebelumnya, Ani sudah mengikuti lomba puisi di tingkat gugus dan kecamatan. Ketika lomba di tingkat gugus, Ani mendapatkan juara 1 sedangkan ketika lomba di tingkat kecamatan dia mendapatkan juara 2. Juara 1-3 diikutkan dalam lomba tingkat kota.
Ani berlatih dengan penuh semangat agar mendapatkan juara. Ani membaca puisi bertema “Ibu”.
Keesokan harinya saat lomba, Ani membacakan puisinya dengan penuh penghayatan. Setelah selesai, Ani menunggu hasil pengumuman.
Alhamdulillah, Ani mendapatkan juara 1. Ibu Ani dan teman-temannya merasa senang. Selanjutnya, Ani harus berlatih lebih giat lagi agar bisa menjadi juara 1 lagi saat nanti mengikuti lomba membaca puisi di tingkat provinsi.

GARA-GARA USIL
Yasmin
Suatu hari, Doni pergi dengan sepeda menuju rumah Desi. Di tengah jalan, dia bertemu angsa-angsa yang sedang makan. Lalu, timbul niat usil Doni untuk melempari batu ke arah angsa-angsa itu.
Doni mengumpulkan batu-batu kecil. Saat melewati angsa-angsa itu, Doni segera melempari mereka dengan batu. Angsa-angsa itu kaget! Lama-kelamaan angsa-angsa itu marah. Ketika mereka tahu, Doni yang melempari batu, angsa-angsa itu langsung mengejarnya.
Doni pun tidak menyangka angsa-angsa itu akan marah dan mengejarnya. Doni langsung kabur menggunakan sepedanya. Tapi karena Doni tidak melihat jalan, sepedanya ambruk karena ada batu lumayan besar yang menyandung sepedanya. Doni meringis kesakitan, lutut dan sikunya berdarah terkena batu. Doni akhirnya pulang ke rumahnya sambil meringis kesakitan dan tidak jadi ke rumah Desi.
Sesampainya di rumah, Doni meletakkan sepedanya lalu masuk ke rumah. Ia membersihkan luka di tangan dan kakinya kemudian diberi obat merah. Ibunya sedang pergi belanja dan ayahnya bekerja di kantor. Dia di rumah sendirian. Sepanjang hari Doni terus menyesali perbuatannya, tapi waktu tak bisa diputar ulang. Doni menahan perihnya luka di tangan dan kakinya itu.
Itulah akibat jika berbuat usil. Hikmahnya, Doni berjanji pada dirinya sendiri akan menjadi anak yang baik dan tidak akan usil lagi.

ASIMO SI ROBOT
Rangga

Asimo, namaku. Aku adalah robot yang suka jalan-jalan.
Suatu hari ada anak kecil yang mengajakku jalan-jalan tapi aku tidak mau. Apa yang terjadi denganku, ya? Teman-teman, ada yang bisa membantu?

LES MATEMATIKA
Zahra

Kulihat nilai ulangan Matematikaku... Hiks, aku harus remidi! Aku hanya mendapatkan nilai 46. Sangat... sangat jelek! Harus minta tanda tangan orang tua pula. Ah, pasti ayah dan ibu akan marah.
Sesampai di rumah, braaak... aku lempar tasku ke kursi. Aku masih kesal karena mendapatkan nilai super jelek. Karena tasku berat, kursinya sampai terjatuh. Ibu yang sedar tidur pun terbangun gara-gara ulahku tadi. Benar kan, Ibu langsung memarahiku setelah aku ceritakan kalau aku kesal gara-gara nilai ulangan Matematikaku jelek.
Sepulang sekolah, Ibu menjemputku naik motor. Aku sangat heran. Jarak rumah dan sekolah kan sangat dekat, tinggal jalan kaki saja lima menit sampai. Tumben Ibu menjemputku.
Aku diajak ibu ke suatu tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Kami masuk ruang pendaftaran.
Keesokan harinya, sepulang sekolah, ibu mengantarku ke tempat yang kemarin. Ternyata, ini tempat les Matematika. Ah, aku kan tidak suka Matematika. Guru lesnya cerewet banget! Tapi ada yang membuatku senang karena setiap anak mendapatkan pinjaman laptop. Hmm, daripada ndengerin guruku yang cerewet itu, mendingan main game saja ah... Hehe...

BELANJA DI SUPERMARKET
Azizah

Hari Jum’at, aku dan ayahku pergi jalan-jalan ke supermarket. Di dalam mobil, kami bercakap-cakap.
“Ayah, hari Minggu aku ada kemah lho! Nanti sekalian belanja bekal buatku ya?” kataku.
“Oke!”
Sesampai di supermarket, aku langsung mengambil makanan dan minuman kesukaanku. Ada Lays, Taro, Chitato, Susu Mimi, tak lupa beli eskrim untuk adikku di rumah.
Wah, banyak sekali ya makanannya?
Keesokan harinya saat di sekolah, aku dan teman-temanku sibuk membicarakan persiapan kami untuk berkemah hari Minggu. Ah, sudah tak sabar rasanya...

DONI TIDAK TAKUT LAGI DENGAN KECOAK
Fina

Pada suatu pagi, Doni ingin mandi. Doni dengar kalau kakak bilang ada kecoa di kamar mandi. Tapi Doni tidak percaya. Doni tetap masuk ke kamar mandi. Ternyata benar, digayung yang berisi air ada kecoaknya. Doni menjerit ketakutan, langsung lari keluar dari kamar mandi. Doni mengagetkan ibu yang sedang menyapu.
“Doni, kenapa? Bikin ibu kaget saja?” tanya ibu sambil memegang sapu.
“Ada kecoak, Bu di kamar mandi. Doni takut sama kecoak.”
“Laki-laki itu tidak boleh takut sama kecoak,” kata ibu kemudian.
Doni pun mencoba memberanikan diri. Dia masuk lagi ke kamar mandi dan membuang kecoak itu.

MIAW YANG LAPAR
Azfa

Suatu hari, Miaw si kucing yang lucu sedang kelaparan. Miaw itu kucing peliharaan Saliha. Ternyata Saliha lupa memberinya makan. Saliha adalah gadis cantik yang masih berusia 6 tahun. Saliha memang sangat suka dengan kucing bahkan dia sudah memelihara 15 ekor kucing. Miaw adalah kucing kesayangan Saliha.
Saliha yang baru saja keluar dari kamar mandi berjalan menuju kamar khusus kucing. Saliha kaget saat melihat kandang Miaw yang kosong, tidak ada siapa-siapa. Jendela kamar itupun terbuka. Saliha tampak panik, kemudian mencari orang tuanya. Orang tuanya pun sepakat mereka akan bersama-sama mencari Miaw.
Lama sekali mereka mencari Miaw, tetapi kucing itu tidak ketemu-ketemu. Saliha tidak menyerah. Sampai akhirnya, saat duduk di kursi taman, Saliha melihat kucing yang bulunya mirip Miaw. Saliha pun berjalan mendekat. Ternyata benar! Kucing itu Miaw. Miaw sedang berada di pinggir kolam sambil melihat ikan-ikan yang berenang.
Saliha pun sadar, dia harus merawat Miaw dengan baik dan penuh tanggung jawab. Saliha pun membawa Miaw pulang dan memberinya makan.

SAHABAT KARIB
Indana

Tino dan Nina adalah sahabat karib. Suatu hari Tino menyapa Nina. Nina bingung melihat Tino membawa tas punggung.
“Tino, tasmu isinya apa sih? Kok kelihatannya berat banget. Kamu mau kemana?” tanya Nina.
Tino membalikkan badannya kemudian mendekati Nina, “Ini buku-buku lesku. Aku mau pergi ke tempat les.”
Sore itu langit mendung dan sesekali terdengar suara bergemuruh.
“Maaf ya, Nina. Aku harus buru-buru ke tempat les. Sepertinya akan turun hujan,” kata Tino berlalu.
“Yaaach, padahal aku ingin mengajakmu bermain. Yasudahlah...”
Tino bergegas pergi dan Nina asyik bermain sendiri.

PEMBEBASAN PUTRI
Iqbal

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang putri raja dan penyihir jahat. Putri itu bernama Putri Klarisa dan penyihir itu bernama Liorick.
Suatu hari, Putri Klarisa tengah asyik berjalan-jalan di lingkungan istana. Tanpa sadar, Klarisa berjalan jauh dari rombongan istana. Liorick berusaha mendekati putri, dengan cepat dan tanpa ada yang tahu, Liorick pun melancarkan aksinya menculik Putri Klarisa.
Putri Klarisa dikurung di puncak menara.
Pangeran Michael, kakak Putri Klarisa merasa ada kejadian buruk yang dialami adiknya. Dengan menggunakan kekuatan pikirannya, dia bisa mengetahui dimana persembunyian Liorick dan tempat Putri Klarisa diculik.
Pangeran Michael pun harus melawan kekuatan sihir Liorick. Akhirnya, pertarungan dimenangkan oleh Pangeran Michael. Putri Klarisa sangat berterima kasih pada kakaknya.

KERAJAAN HEWAN
Ulul

Ada kerajaan hewan di hutan. Kerajaan hewan itu dipimpin oleh seekor beruang yang berwarna ungu.
Suatu hari, ada dua orang laki-laki yang tersesat sampai di kerajaan hewan itu. Ternyata mereka orang baik. Beruang ungu pun memperbolehkan kedua laki-laki itu memasuki kerajaan hewan. Beruang ungu bercerita kalau akhir-akhir ini kerajaan hutan merasa tidak aman. Beberapa waktu lalu ada segerombolan orang asing yang mengendap-endap dan mencuri kayu hutan.
Kedua laki-laki yang bernama Fred dan Tom itu menawarkan bantuan untuk turut menjaga kerajaan hewan. Beruang ungu merasa sangat bahagia. Fred dan Tom langsung mempersiapkan strategi.


MENULIS "UNFORGETABLE MOMENT" (Kelas Jurnalistik, 21 September 2013)

TRAUMA ANJING
Hanan Luthfan Hafizh

Pada suatu sore, saya melewati sebuah rumah besar. Terdengar suara menggonggong dari dalam rumah itu. Wah, ada anjing galak nih! Persis di luar rumah anjing itu duduk sambil menjulurkan lidahnya. Saya takut karena anjing itu berukuran besar dan terlihat galak. Saya memutuskan untuk lari tapi malah anjing itu mengejar saya. Huaaa....
Tapi, saya harus berani! Saya berusaha menakut-nakuti anjing itu dengan melempar batu. Huft, anjing itu akhirnya berhenti mengejar saya. Anjing itu pun pergi tapi saya jadi trauma.


PERGI KE GUNUNG PATI
Maya

Pada hari Sabtu, aku pergi ke Gunung Pati bersama keluargaku. Di sana, aku menginap di rumah tante. Di sana aku bermain-main. Ada ayunan, perosotan, dan berenang.
Saat pulang ke Semarang, aku lebih banyak tidur di mobil. Mungkin karena kecapekan terlalu banyak bermain. Sampai di rumah, badanku pegal semua. Aku capek tapi aku sangat senang.
Hari Minggu, kami sekeluarga pergi ke Kudus. Ramai-ramai bersama saudara-saudaraku. Kami mengunjungi beberapa tempat wisata. Aku sangat suka jika diajak berenang. Wah, liburan akhir pekan yang sangat menyenangkan!


SEMOGA TENANG DI ALAM SANA
Fina

Suatu sore, saat aku bermain bersama saudaraku, tiba-tiba Ibu memberi tahu kalau ada saudara kita yang meninggal. Aku kaget! Kegiatan bermain aku hentikan kemudian aku segera mandi. Ayah dan ibu ke rumah saudaraku yang meninggal itu. Aku ingin ikut, tapi tidak boleh.
Malamnya, aku merasa takut.
Paginya, kami sekeluarga melayat ke rumah saudaraku yang meninggal itu. Ada sosok yang ditutupi kain kafan, tertidur dan tak akan pernah bangun lagi. Semua orang terlihat khusyuk berdo’a.
Saat pemakaman dilakukan, aku melihatnya dimasukkan ke dalam lubang kuburan. Aku ikut menaburkan bunda. Setelah itu, aku berdo’a, “Semoga tenang di alam sana...”


LOMBA KARATE
Muhammad Auliya Ulul Azmi

Aku dipilih untuk mengikuti kejuaraan karate di Grobogan. Aku sudah ikut karate sejak kelas 1, sebelum ada ekstrakurikuler karate di Bina Insani. Ekstrakurikuler karate baru ada saat aku kelas 2.
Aku ikut seleksi dan lolos untuk mengikuti kejuaraan itu. Saat lomba, aku tidak didampingi orangtuaku tetapi aku berangkat ke Grobogan bersama teman-temanku.
Aku mengikuti perlombaan dengan penuh semangat.
Alhamdulillah, aku mendapatkan 3 medali emas dan 1 medali perunggu.


PENGALAMAN DI SAWAH
Fyna Nur Azizah

Saat hari Jum’at, aku pergi jalan-jalan. Waktu itu aku mengikuti kegiatan Pramuka. Saat istirahat, aku dan teman-temanku pergi ke sawah. Aku lupa kalau aku masih memakai sepatu roda. Sepatu rodanya ikut masuk ke sawah.
Saat di lumpur, banyak yang nangis. Temenku yang namanya Muthia malah ngompol karena tidak tahan dengan air dingin. Hihi. Lucu banget!
Kalau Ledy ketakutan kalau sandalnya hilang, lalu ngomong gini, “Lhooo... sandalku mana? Zahra, tolong cariin dong! Itu sandal mahal, nanti aku dimarahin Mama!”
Kalau Nia takut kepiting, kalau Yasmin tenggelam di dalam lumpur lalu dia nangis. Aku sih nyantai-nyantai saja, malah ketawa-ketawa saat melihat tingkah lucu teman-temanku.


PENGALAMAN TAK TERLUPAKAN
Iqbal

Saat ke Jakarta bersama keluarga, kami berangkat dari Magelang. Sangat sangat bahagia. Kami sempat mampir di restoran dan makan dengan menu yang sangat enak.
Sampai di Jakarta, kami sempat mampir ke rumah sakit untuk menjenguk saudara yang sakit. Lalu, mampir ke rumah om dan tante di Jakarta. Jalan-jalan yang sangat asyik dan menyenangkan!

KEJADIAN LUCU DI CARREFOUR
Rangga

Hari Sabtu, aku dan Faisal jalan-jalan ke Carrefour. Tiba-tiba, aku dan Faisal ingin ke toilet, buang air kecil. Setelah selesai, aku menekan sebuah tombol di dekat kaca. Ternyata keluar air dan menyemprot seorang petugas kebersihan. Dia tidak marah justru malah tertawa.


BANJIR DADAKAN (Fatiyya Azfa Nafisa)




Sore itu, aku dan adikku sedang menontonTV di ruang keluarga. Tiba-tiba terlihat sebuah genangan air di dekat kulkasku. Air itu semakin tinggi, tinggi, dan tinggi. Ternyata rumahku tergenang air.
Di luar sedang turun hujan yang cukup deras. Ah, banjiiir!
Aku dan adikku langsung naik ke sofa merah di dekat meja makan. Kami berdua panik dan teriak-teriak. Mbakku berusaha untuk membersihkan air yang tergenang itu.
Sampai orang tua dan tanteku yang pulang kantor pun langsung ikut membersihkan banjir itu. Kasurku dan kertas-kertasku basah semua.
Tiba-tiba...
Gubraaak!
Adikku terpeleset. Diapun menangis. Aku yang melihatnya justru merasa geli karena ekspresinya yang lucu. Tapi kasihan juga! Abi pun langsung menggendongnya.
Setelah kejadian itu, malamnya aku tidur di karpet karena kasurku basah akibat banjir dadakan.

(Kelas Jurnalistik, 21 September 2013)